Frienzone

Berasa pacar tapi hanya "teman" bisa disebut frienzone yaa..
Hmmm... berasa pacar namun hanya teman atau pacar seperti teman? Haha tidak mau keduanya sepertinya:)
Berawal dari seorang teman lelaki yang mengenalkan kepada teman baiknya saat ada event diwaktu malam hari. Hanya sekedar saling mengetahui nama dan saling bertatap tidak banyak juga yang kami perbincangkan, namun tidak disangka mengenalnya dapat berakhir dengan lebih dekat hingga 2 tahun belakangan..
Perasaan biasa yang hanya dirasa awalnya, memuali dengan menceritakan kehidupan masing" melalui chating hingga lupa bahwa waktu telah larut, saling mangabari, manasehati,mendukung satu sama lain.. hmmm :) sosok pria yang memiliki pemikiran dewasa menurutku dan amat sangat dapat menenangkan hati jika aku dalam masalah, sangat loyal dalam hal apapun, lelucon" yang dikeluarkan selalu membuatku tertawa namun semakin kesini perasaan peduli , khawatir ,bahkan takut kehilangan pun muncul. Perasaan ini muncul setelah aku mengetahui bahwa pria yang sudah membuatku merasa begitu nyaman telah memiliki kekasih..hehe kaget dicampur rasa kesal hatiku ini, mengapa setelah perasaan ini muncul aku baru mengetahuinya hadehh ingin kujambak saja rasanya pria itu.. setelah mengetahui itu akupun memutuskan untun berusaha menyadarkan diri ataupun menampar diri agar apa yang dirasa secepatnya hilang karena lelaki itu sudah memiliki kekasih.. namun berat rasanya jika harus berusaha menjauhinya ,mengabaikannya karena hati tak dapat bohong namun mulut tak dapat berucap apapun. Mengharapkan putuspun sama saja seperti memakan buah yang berduri. Nikmat namun menyakitkan bagi pihak lain dan hati terpaksa harus ditutup sampai rapat hingga perasaan ini hilang. Hari semakin hari hati semakin dekat hingga mulai selalu terbiasa dengan adanya dirinya..sudah mencoba untuk mengungkapkan karna aku sangat penasaran apa yag selama ini dia rasakan namun hanya lelucon yg dirasa olehnya. Mungkin ini kesalahan hatiku yang tidak sepatutnya ada perasaan cinta kepada temen bahkan seseorang lelaki yang sudah memiliki kekasih. selama 2 tahun selalu berkomunikasi hingga akhirnya disuatu acara kita dapat bertatap wajah dengan kontak mataku yang mencerminkan rasa rindu.. dan hanya sedikit waktu yang dapat kita lalui berdua terasa hanya sekejap baru kumelihat matanya namun tatapannya sudah hilang dan sirna tapi hati terasa sangat lega dan bahagia sampai ingin rasaanya tak mau jauh darinya dan berharap akan bertemu lagi dikemudian hari dengan hati yang mungkin masih bertahan padanya. Percuma rasanya mencintai seorang lelaki yang selalu menceritakan kisahnya bersama pasangannya kepadaku, sakit yang dirasa namun kata" yang kaluar tetaplah mendukung serta memberikan kritik yang mengacu agar tidak bubar dan tetap menerjang semua masalah yang ada..
Mengapa hatiku nyaman saat berada didekatnya? Dan mengapa harus ada rasa cinta yang mendalam terhadapnya? mungkin hanya keadaan yang dapat menjawab pertanyaan hatiku, hingga kumemutuskan hari demi hari kucoba tidak mengetahui kabarnya, kucoba untuk melupakannya ,hingga kucoba hilangkan rasa jatuh cinta yg selama 2tahun ini kurahasiakan didalam jiwaku yang awalnya kuyakin tak akan pernah bisa semua yang kurasakan itu hilang, namun menurutku inilah jawaban waktu yang kuisi dengan "pengharapan semata" dan kuyakini diriku dapat menerima atas jawaban waktu yang menurutku paling tepat untuk kulakukan yaitu pergi jauh meninggalkannya dan menghapus semua rasa serta harapan yang sempat tertanam dihatiku dan sempat mengisi seluruh kehidupannku..itu semua akan kukubur dalam" hingga kukembalikan hatiku seperti semula yang awalnya selalu tanpa adanya dia.
Tidak disangka setelah ku memutuskan untuk mengubur perasaan ini dalam" , justru sepertinya waktu memberikan kesempatanku untuk dapat bertatap mata lagi dengannya sebagai pertemuan yang ketiga kalinya bahkan mungkin menurutku ini adalah pertemuan terakhirku dengannya. Takut akan melihat sosok lelaki yg selama ini kuimpi"kan namun tekatku kuat untuk tetap bertahan menemuinya Setelah pertemuan ini kupikir waktu yang tepat untuk melupakannya. lama tak berjumpa kami saling menatap dan menolehkan tangan untuk berjabat.. kita memulai menanyakan kabar satu sama lain hingga berakhir dengan lelucon" yang dia buat, kuyakini diriku untuk tetap fokus pada tatapannya karna kutau ini pertemuanku yang terakhir sengannya dan aku mau menimbulkan rasa benci di diriku kepadanya yang mungkin akan membuat semua perasaanku jauh lebih baik.. dan itu berhasil karna setelah bertemu rasa ingin menjauh semakin kuat dan rasa ingin melupakan semakin bulat ... bukan.. bukan karna niatku telah terpenuhi untuk membenci,namun karna kutau di dalam tatapannya ada sebuah nama wanita hebat yang sangat sulit dia lepaskan, karna dengan bahagianya dia menceritakan kisah cinta bersama pasangannya kepadaku dan dia menganggap itu sebagai hal yang lumrah atau biasa saja jika menceritakan kisah cintanya kepadaku, temannya.. dan sejak saat itulah ku menyimpulkan bahwa wanita hebat yang bisa membuat hatinya nyaman itu bukan diriku melainkan orang lain dan ku tau wanita itu amat beruntung mendapatkan lelaki yang selama ini kuidam" kan.. dan akupun menjadi merasakan apa yang tertanam dihati lelaki yang kuinginkan itu.. dan kumengerti inilah maksud tuhan mengapa mempertemukan pertemuan untuk ketiga kalinya kepadaku dan dia, kurasa aku harus bahagia jika melihat lelaki yg kuidam idamkan mendapatkan wanita yang dia idam idamkan dan mereka saling mencintai satu sama lain, huh aku dapat banyak pelajaran dari kisah ini dimana cinta tidak harus memiliki begitupun tidak dapat memaksakan dan jika memang cinta itu takdir maka memang seharusnya ia tetap berada pada garis yang sudah ditakdirkan. Btw hampir sudah 1tahun aku sudah tidak pernah melihat matanya dan mendengar suaranya bahkan wajahnya. Tepat seperti yang kuinginkan sewaktu awal "aku tidak dapat melihatnya" "aku tidak dapat mendengar suaranya" "aku tidak dapat melihat wajahnya" "aku tidak tau kabarnya" "aku tidak bisa memandang kembali mata indahnya" hmmm... sekarang semua itu menjadi kenyataan dan mungkin setahun buat ku tidak cukup untuk dapat menghapus perasan ini. So, aku butuh waktu lebih lama lagi untuk terus merasaakan hal yg kuingin sewaktu awal dulu..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menahan amarah

Cinta Dalam Diam